body{display:block; -khtml-user-select:none; -webkit-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; -o-user-select:none; user-select:none; unselectable:on;}

Kamis, 26 Oktober 2017

Cara Cepat Belajar Morse

Semboyan atau SEINEN juga disebut isyarat adalah suata kecakapan untuk menyampaikan kabar/ berita secara rahasia dengan tidak di ketahui orang lain dari satu tempat ke tempat lain.
Lord Baden Powell pernah berkata di daerah seberang, “juka kami akan mengirim kabar kami, serahkan kabar itu kepada penduduk asli yang dapat menyampaikan kabar itu dengan selamat melalui daerah tempat musuh”. Mula-mula yang menemukan cara untuk menyampaikan kabar dalam perkataan-perkataan tertentu dengan semboyan adalah Kapten Johan Smith kira-kira 3 abad yang lalu.

Pada masa itu, ia sedang berperang di pihak Austria melawan Turki. Ia mendapat cara untuk meyampaikan berita dengan nyala api tertentu yang mempunyai arti perkataan terhadap pihak lain sehingga saling mengerti.
Satu kesenangan jika kami bias bercakap-cakap dengan kawanmu (Kata Lord Baden Powell) yang berdiri di seberang jalan dengan tidak di mengerti orang lain. (karena dengan semboyan). Semua pandu di seluruh dunia pernah menggunakan api untuk keperluan semboyan malam hari dan siang hari menggunakan asap.
A.        SEMBOYAN MORSE
Morse adalah nama seseorang Amerika yang pada tahun 1932 merancang telegraf berganda dan tahun 1937 di sempurnakan agar tiap manusia dapat saling berhubungan.
Tanggal 27 Mei 1844, telegraf pertama di kirim antara Baltimore dan Washington. Dalam konfrensi Internasional tahun 1951, semboyan morse baru dapat di terima untuk di pergunakan di seluruh dunia.

Dalam aturan Morse huruf di buat rangkaian/ susunan titik dan garis.
Pernyataan titik dan garis adalah garis selalu 3 kali lamanya macam-macam semboyanmorse sebagai alat untuk menyampaikan titik dan garis.
a.       Dengan bensera besar, kibaran pendek dan panjang
b.      Dengan api dan lampu, nyala pendek dan panjang
c.       Dengan sempritan (plui) atau lokomotif, bunyi yang pendek dan bunyi yang panjang
d.      Dengan sap gumpalan kecil dan cesar atau pendek dan panjang
e.      Dengan alat telegraf, tulisan titik dan garis
f.        Dengan dua bendera (Internasional).

1.         Kode More Alternatif
Terdiri dari Titik
Terdiri dari Garis
E          : ·
I           : ··
S          : ···
H          : ····
T             :
M           : – –
O            : – – –
KH         : – – – –
Berlawanan
A          : ·
U         : ··
V          : ···
W        : · – –
Y          : · – –
N         : ·
D          : ··
B          : ···
G         : – – ·
Q            : – – ·
Tidak ada Lawan
Terbalik
C          : · ·
J           : · – – –
Z          : – – ··

K          : ·
P          : ·– – ·
F          : ···
R          : ··
X          : ··
L           : ···


Angka
Tanda Bacaan
1                  : ·– – – –
2                  : ··– – –
3                  : ···– –
4                  : ····
5                  : ·····
6                  : – – – – ·
7                  : – – –  ··
8                  : – – ···
9                  : ····
10               : – – – – –
Titik                             : ······
Koma                         : ···
Titik Berganda        : – – – ···
Titik Koma                : ···
Tanda tanya            : ··– – ··
Tadan Seru              : – – ··– –
Kurung                      : ·– – ·
Opostrophe            : ·– – – – ·
Tanda mengucap  : ····
Garis Pemisah        : ····

2.         Morse dan Bendera Besar
Bendera ukuran 60X90 cm. warna : putih dengan memakai baris hitam melintang lebar 10 cm dan ditengah-tengah menurut panjang bendera. Warna dasar tidak mutlak harus putih dengan baris hitam, melainkan dapat kombinasi warna lain disesuaikan latar belakang. Bila latar belakang warna gelap perlu di gunakan warna dasar terang dan sebaliknya apabila latar belakang terang bendera menggunakan warna dasar gelap. Tongkat bendera panjang 120 cm.

Cara besemboyan.
Menggunakan Morse berbendera besar
1.        Sebelum bersemboyan pengirim maupun penerima berdiri tegal dengan kaki terkangkang.
2.     Bendera di pegang dengan tangan kiri dan ujung tongkat bawah dan tangan kanan memegang   sebelah atas 30 cm dari tangan kiri atau kurang lebih setinggi pundak.
3.         Tangan kanan di muka bahu kiri/pundak dan tongkat miring ke kanan yang sebelah bawah.
4.     Bendera (tongkat) digoyangkan menurut angka 8 yang terbalik supaya bendera berkibar terus   (tidak terlipat).
5.        Sebaiknya member/menerima  2 orang, seorang membacakan huruf, seorang member semboyan   huruf.
6.  Sebelum bersemboyan harus di dahulukan tanda memanggil atau perhatian dengan cara   melambaikan bendera ke kanan dan ke kiri secara terus menerus sehingga ada tanda huruf (··) dari penerima yang di tuju.
7.        Titik dinyatakan kibaran/kibasan bendera dari kiri ke kanan di atas kepala membentuk angka 8.
8.   Garis dengan kibaran bendera dari kiri ke kanan dari atas kepala hamper sampai di tanah membentuk angka.
9.         Tiap selesai mengirim satu huruf bendera harus ditempatkan lagi seperti sikap bersedia.
10.     Tanda akhir berita pengiriman kembali memberikan tanda perhatian.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar