body{display:block; -khtml-user-select:none; -webkit-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; -o-user-select:none; user-select:none; unselectable:on;}

Selasa, 20 Oktober 2015

SEJARAH SINGKAT GERAKAN PRAMUKA SEDUNIA

SEJARAH SINGKAT GERAKAN KEPRAMUKA SEDUNIA

I.            PENDAHULUAN.
Untuk dapat memahami hakekat kepramukaan, kita perlu mempelajari sejarah berdirinya dan berkembangnya Gerakan Keparamukaan Sedunia.
Kalau kita mempelajari sejarah pendidikan Kepramukaan kita tidak dapat lepas dari riwayat Pendiri Gerakan Pramuka Sedunia, Lored Robert Baden Powell of gilwell.
Hal ini disebabkan karena pengalaman hidup beliaulah yang mengilhami beliau untuk mengeluarkan gagasanya mengenai pembinaan para remaja di negeri inggris. Pembinan remaja inilah  yang tumbuh berkembang menjadi Gerakan Pendidikan Kepramukaan sekarang.

II.            PENGALAMAN BADEN POWELL.
Baden Powell lahir pada tanggal 22 Pebruari 1857 di London. Namanya sesungguhnya Robert Stephenson Smyth. Ayahnya seorang professor geometry di Universitas Oxford, bernama Baden Powell, yang meninggal ketika Stephenson masih kecil.
Pengalaman-pengalaman baden powell sejak kecil yang berpengaruh pada adanya kegiatan kepramukaan banyak sekali dan cukup menarik.
Di antaranya :
a.         Di tinggal bapak sejak kecil, dan dapat pembinaan watak dari ibunya.
b.         Latihan ketrampilan berlayar, berenang, berkemah, olah raga dan lain-lainnya didapat dari kakak-kakaknya
c.         Baden powell sangat disenangi teman-temannya karena selalu gembira, lucu, cerdas, suka bermain music, bersandiwara, berolahraga, mengarang dan menggambar.
d.        Pengalaman di india sebagai pembantu letnan pada resimen 13 kavaleri yang berhasil mengikuti jejak kuda yang hilang, dan di ketemukan di puncak gunung, Serta keberhasilan melatih panca indra kepada Kimball-O’Hara.
e.         Pengalaman terkepung bangsa Boer dikota Mafeking, Afrika Selatan selama 127 hari, dan kekurangan makan.
f.          Pengalaman mengalahkan kerajaan Zulu di Afrika dan mengambil kalung manik kayu milik Raja Dinizulu.

Pengalaman tersebut ditulisnya menjadi sebuah buku berjudul “Aids To Scouting”, yang sebenarnya member petunjuk kepada tentara muda inggris agar dapat melakukan tugas penyelidik dengan baik. Buku ini sangat menarik, tidak hanya bagi para pemuda bahkan juga orang dewasa.
Tn. Wiiliam Smyth sebagai salah seorang pemimpin Boys Brigade di Inggris minta agar BP melatih anggotanya sesuai dengan ceritera pengalaman beliau itu.
Maka dipanggilah 21 orang pemuda dari Boys Brigade diberbagai wilayah negeri Inggris, di ajak berkemah dan berlatih dipulau Brownsea pada tanggal 25 juli 1907 selama 8 hari.
Tahun 1910 BP minta pensiun dari tentara dengan pangkat terakhir Letnan Jendral. Beliau mendapat title Lord dari Raja George pada tahun 1929. BP menikah dengan Olave St Clair Soames pada tahun 1912, dan di anugrahi tiga orang anak.  BP meninggal pada tahun 8 Januari 1941 di Nyeri, Kenya, Afrika.

III.            SEJARAH KEPRAMUKAAN SEDUNIA
1.         Pada awal tahun 1908 BP selalu menulis cerita pengalamannya sebagai bungkus acara latihan kepramukaan yang dirintisnya. Kumpulan tulisannya itu kemudian terbit sebagai buku “Scouting For Boys”.
Buku ini cepat tersebar keseluruh negeri Inggris, bahkan ke Negara-negara lainnya, dan berdirilah dimana-mana organisasi kepramukaan (yang semula hanya untuk anak laki-laki berusia penggalang) yang di sebut Boy Scout.

2.         Kemudian disusul berdirinya organisasi kepramukaan putri yang diberi nama Girl Guides atas bantuan Agnes, adik perempaun BP, dan kemudian diteruskan oleh Ny. Baden Powell.

3.         Tahun 1916 berdiri kelompok pramuka usia siaga, yang disebut CUB (anak-srigala) dengan Buku THE JUNGLE BOOK, berisi ceritera tentang MOWG LI anak didikan rimba (anak yang dipelihara di hutan oleh induk serigala) karanga Rudyard Kipling sebagai ceritera pembungkus kegiatan CUB tersebut.

4.         Tahun 1918 BP membentuk ROVER SCOUT (pramuka usia penegak) untuk menampung mereka yang sudah lewat usia 17 tahun, tetapi masih senang giat dibidang  kepramukaan. Tahun 1922 BP menerbitkan buku ROVERING TO SUCCESS (mengembara menuju bahagia) yang berisi petunjuk bagi para paramuka penegak dalam menghadapi hidupnya, agar mencapai kebahagiaan.
Buku itu menggambarkan seorang pemuda yang harus mengayuh sampannya sendiri ke pantai bahagia.
Dihadapannya terdapat karang-karang yang berbahaya, yaitu :
a.       Karang perjudian
b.      Karang wanita
c.       Karag minuman keras dan merokok
d.      Karang mementingkan diri sendiri dan mengorbankan orang lain (munafik)
e.       Karang tidak berTuhan.

5.      Tahun 1920 diselenggarakan jamboree sedunia, di arena OLYMPIA, London. BP telah mengundang pramuka dari 27 Negara, dan pada saat itu BP di angkat sebagai “Bapak Pandu Sedunia” (CHIEF SCOUT OF THE WORLD).
§  Tahun 1924 jambore II di Ernelunden, Copenhagen, Denmark.
§  Tahun 1929 Jambore III di Arrow Park, Birkenhead, Inggris.
§  Tahun 1933 Jambore IV di Godollo, Budapest, Honggaria.
§  Tahun 1937 Jambore V di Vogelenzang, Bloemendaal, Belanda.
§  Tahun 1947 Jambore VI di Moisson, Perancis.
§  Tahun 1951 Jambore VII di Salz Kamergut, Austria.
§  Tahun 1955 Jambore VIII di Ontario, Canada.
§  Tahun 1957 Jambore IX di Sutton Park, Sutton Coldflid, Inggris.
§  Tahun 1959 Jambore X di Makiling, Philippina.
§  Tahun 1963 Jambore XI di Marathon, Yunani.
§  Tahun 1967 Jambore XII di Idaho, Amerika Serikat.
§  Tahun 1971 Jambore XIII di Asagiri, Jepang.
§  Tahun 1975 Jambore XIV di Lillenhammer Norwegia.
§  Tahun 1979 Jambore yang seharusnya di Neisharboor, Iran, tetapi dibatalkan.
§  Tahun 1983 Jambore XV di Kananaksis, Alberta, Canada.

6.    Pada tahun 1914 BP mulai menulis petunjuk untuk kursus Pembina pramuka.Rencana ini baru dapat dilaksanakan mulai tahun 1919.Dari sahabatnya yang bernama W.F. De Bois Mac Leren, BP mendapat sebidang tanah di Chingford, yang digunakan sebagai tempat pendidikan Pembina pramuka.Tempat ini terkenal dengan nama GILWELL PARK.

7.    Sejak tahun 1920 dibentuk Dewan Internasional dengan 9 orang anggota dan Biro Sekretariatnya yang berada di London, Inggris.
Pada tahun 1958 Biro Kepramukaan Sedunia (Putera) dipindahkan dari London ke Ottawa di Canada.
Tanggal 1 Mei 1968 Biro Kepramukaan Seduia (Putera) dipindahkan lagi ke Geneva, di Swiss.Sejak tahun 1920 sampai 1965 Kepala Biro Kepramukaan Seduia ini dipegang berturut-turut oleh Hubert Martin (Inggris), Kolonel J.S. Wilson (Inggris), Mayjen D.C Spry (Canada).
Tahun 1965 DC Spry diganti R.T Lund, dan sejak 1 Mei 1968 samapi sekarang dipegang oleh DR.Laszlo Nagy sebagai Sekjen.
Biro Kepramukaan Seduia (Putera) hanya mempunyai 40 orang tenaga Staf, yang ada di Geneva dan di 5 kantor Kawasan, yaitu di Costa Rica, Mesir, Philippina, Swiss, dan Nigeria.

Biro Kepramukaan Sedunia Puteri sampai sekarang tetap berada di London, dan juga mempunyai kantor di 5 Kawasan, yaitu Eropa, Asia Pasifik, Arab, Afrika, dan Amerika Latin.

PENGERTIAN, SIFAT DAN FUNGSI KEPRAMUKAAN

PENGERTIAN, SIFAT DAN FUNGSI KEPRAMUKAAN

1.      PENDAHULUAN
Sebagai anggota gerakan pramuka, kiat harus mengerti dan memahami apa hakekat kepramukaan dan menghayati bagaimana pelaksanaan itu dalam Gerakan Pramuka. Dengan memahami dan  menghayati kepramukaan itu, di harapkan kita dapat bersikap dan bertindak sesuai dengan hakekat kepramukaan itu.

Apa kepramukaan itu?
Kalau kita baca buku “B – P’s Out Look”, didalamnya terdapat pendapat dari pencipta pendidikan kepramukaan, Lord Boden Powell, yang berbunyi sebagai berikut :
:SCOUTING is not a science to be solemnly studied, NOR is it a collection of doctrine end texts. No! it is a jolly game in the out of door, where boy-men and boy can go adventuring together as leader and younger brothers picking up health and happiness, handicraft and  helpfulness.
Artinya :
Kepramukaan bukanlah suatu ilmu yang hars\us dipelajari secara tekun, bukan pula merupakan suatu kumpulan dari ajaran-ajaran dan naskah-naskah buku. Bukan! Kepramukaan adalah suatu permaianan yang menyenangkan di alam terbuka., tempat orang dewasa dan anak-anak pergi bersama-sama, mengembarakan seperti kakak beradik membina kesehatan dan kebahagiaan, keterampilan dan kesediaan member pertolongan.
Kalau kita pelajari lebih lanjut dan secara mendalam tentang kepramukaan itu akhirnya kita dapat mengatakan bahwa pada hakekatnya KEPRAMUKAAN adalah :
§  Suatu proses pendidikan dalam bentuk kegiatan yang menyenangkan bagi anak dan pemuda dibawah tanggungjawab orang dewasa.
§  Yang dilaksanakan diluar lingkungan pendidikan sekolah dan diluar lingkungan pendidikan keluarga.
§  Dalam menggunakan prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan.
Kepramukaan sebagai proses pendidikan harus merupakan kegiatan yang dapat di pertanggunjawabkan dan bernilai pendidikan sehingga kegiatan harus berencana, depersiapkan dilakukan dan dapat dinilai dari segi pendidikan dan kejiwaan.

2.      SIFAT KEPRAMUKAAN
Resolusi konperensi kepramukaan sedunia tahun 1924 di konpenhagen Denmark menyatakan bahwa kepramukaan mempunyai tiga sifat cirri khas yaitu sifat :
1.      Nasional yang berarti bahwa suatu organisasi yang menyelenggarakan pendidikan di suatu Negara haruslah menyesuaikan pendidikannya itu dengan keadaan kebutuhan dan kepentingan masyarakat, bangsa dan Negara itu. Bahan di Indonesia yang sangat luas wilayahnya ini ; pendidikan kepramukaan disesuaikan dengan keadaan dan kepentingan masyarakat setempat, inilah yang membedakan pelaksanaan pendidikan di daerah-daerah dan di Negara-negara lain.
2.      Internasional yang berarti bahwa organisasi kepramukaan di Negara manapun di dunia ini harus membina dan mengembangkan rasa persaudaraan dan persaudaraan antar sesame pramuka dan sesame manusia, tanpa membedakan kepercayaan/agama, golongan, tingkat, suku dan bangsa.
3.      Universal yang berarti bahwa kepramukaan dapat dipergunakan dimana saja untuk mendidik anak-anak dari bangsa apa saja, yang dalam pelaksanaan pendidikannya selalu mengguanak prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan.

3.      FUNGSI KEPRAMUKAAN
Dengan landasan uraian di atas, maka kepramukaan mempunyai fungsi sebagai :
1.      Kegiatan menarik bagi anak atau pemuda
Kegiatan menarik (game) disini di maksudikan kegiatan yang menyenangkan dan mengandung pendidikan. Karena itu game di sini berarti permainan yang mempunyai tujuan dan aturan permainan jadi bukan hanya sekedar main-main, yang hanya bersifat hiburan saja, tanpa aturan dan tujuan, dan tidak bernilai pendidikan. Karena itu lebih tepat kita sebut saja kegiatan menarik.
2.      Pengabdia (Job) bagi orang dewasa
Bagi orang dewasa kepramukaan bukan lagi permainan, tetapi sesuatu tugas yang memerlukan keikhlasan, kerelaan, dan pengabdian, orang dewasa ini mempunyai kewajiban untuk secara suka rela membaktikan dirinya demi suksenya pencapaiannya tujuan organisasi.
3.      Alat (Means) bagi masyarakat dan organisasi
Kepramukaan merupakan alat bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat dan juga sebagai alat bagi organisasi untuk mencapai tujuan organisasinya, jadi kegiatan kepramukaan yang diberikan sebagi latihan berkala dalam satuan pramuka itu sekedar alat saja, dan bukan tujuan pendidikannya.

4.      ISTILAH GERAKAN PRAMUKA DAN PRAMUKA
Sesudah kita mengerti bahwa kepramukaan adalah proses pendidikan, yang dimana-mana diseluruh dunia sama, maka marilah kiat apahami apa sebenarnya “Gerakan Pramuka” dan “Pramuka” itu
Gerakan Peramuka adalah nama organisasi yang merupakan wadah proses pendidikan kepramukaan yang dilaksanakan di Indonesia. Sebelum tahun 1961 di Indonesia pernah berdiri berbagai macam organisasi kepramukaan seperti Pandu Rakyat Indonesia, Kepanduan Bangsa Indonesia, Hizbul Wathon, dan lain-lainnya. Sekarang hanya satu organisasi yang disebut Gerakan Pramuka. Dinegara ini nama organisasi kepramukaan itu berbeda-beda. Antara lain Persatuan Pengakap Malaysia, The Singapor Scout Association, Kapatirang Scouting Philipinsd, The bharat Scouts and Guides (Indian), dan boy Scouts of America.
Pramuka merupakan sebutan bagi anggota Gerakan Pramuka, yang berusia antara 7 sampai dengan 25 tahun, dan berkedudukan sebagi peserta didik, yaitu sebagai Pramuka Siaga, Pramuka Penggalang, Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.
Kelompok anggota yang lain yaitu Pembina Pramuka, andalan, Pelatih, Pamong Saka, Staf Kwartir dan Majlis Pembimbing.
Di samping itu kata Pramuka juga dapat di artikan Praja Muda Karana, yaitu rakyat muda yang suka berkarya.


Catatan : Scouting, padvinderij, kepanduan, dan kepramukaan mengandung pengertian yang sama.